Penyebab Penyakit TBC Paru Pada Anak Bayi Dan Ibu Hamil

Penyebab Penyakit TBC Paru pada Anak Bayi dan Ibu Hamil – Penyakit Tuberkulosis (TBC atau TB) paru-paru adalah merupakan penyakit infeksi di saluran pernafasan yang disebabkan suatu bakteri bakteri. Jenis Bakteri ini adalah merupakan bakteri basil yang sangatlah kuat sehingga bisa memerlukan waktu lama untuk pengobatannya. Bakteri ini akan lebih sering menginfeksi bagian organ paru-parusekitar 90% jika dibandingkan dengan bagian lain pada tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) termasuk merupakan penyakit menular yang masih sangat menjadi perhatian masyarakat dunia. Sampai saat ini, belum ada satupun negara yang bebas sakit TBC. Jumlah angka kematian dan juga kesakitan yang diakibatan oleh kuman mycobacterium tuberculosis ini juga sangatlah tinggi.

Penyebab Penyakit TBC Paru pada Anak Bayi dan Ibu Hamil

Gejala TBC pada anak bayi, balita atau bahkan ibu hamil

Penderita yang sudah terserang basil tersebut umumnya akan mengalami sakit demam tapi dengan suhu tidak terlalu tinggi yang bisa berlangsung lama, biasanya akan dirasakan pada malam hari dengan disertai keringat malam. terkadang serangan demam semisal influenza (flu) dan juga bersifat hilang lalu timbul lagi. Gejala lainnya, penurunan dalam hal nafsu makan dan juga berat badan, mengalami batuk-batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu (dapat juga disertai dengan keluar darah), perasaan tidak enak atau cemas (malaise), dan tubuh lemah.

Agar dapat segera mengantisipasinya sejak awal, berikut ini merupakan gejala-gejala dari penyakit tuberculosis atau tbc yang harus Anda tahu.

Gejala utama dan juga ciri-cirinya

  • Batuk secara terus-terusan dan disertai dengan berdahak selama lebih tiga pekan.
  • Gejala lain atau tambahan yang acap kali dijumpai
  • Dahak yang bercampur dengan darah atau batuk darah
  • Mengalami Sesak nafas dan juga rasa nyeri pada bagian dada
  • Demam atau meriang berlangsung lebih sebulan
  • Sring Berkeringat di malam hari tanpa ada penyebab yang jelas
  • Badan menjadi mudah lemah dan juga lesu
  • Nafsu makan menjadi menurun dan juga terjadi penurunan berat badan dengan cepat

“Cara Paling mudah mengetahui jika seseorang terkena tuberkulosis adalah dia sering berkeringat pada malam hari tanpa ada penyebab yang pasti atau jelas. Walaupun sebenarnya tidak bisa langsung divonis atau ditetapkan terserang tuberkulosis karena harus terlebih dahulu didiagnosis, tapi itu merupakan salah satu ciri atau pertanda. Jika Anda mudah lemas, batuk tak kunjung sembuh atau berhenti, nyeri pada bagian dada, dan sering keluar keringat di malam hari, langsung segera mungkin periksa,” tambah dr Arifin Nawas Sp(P), merupakan salah seorang dari tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan.

Menurut beliau, untuk memastikan bahwa seseorang sudah terkena TB atau tidak, tim medis harus melakukan diagnosis dengan cara mengadakan pemeriksaan dahak mikroskopis langsung (BTA) dan dengan gambaran radiologis (foto rontgen).

Penyebab Infeksi TBC

Penyakit ini sering kali diakibatkan infeksi bakteri atau kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat dengan mudah menyerang paru, ataupun juga organ-organ tubuh lain seperti misalnya kelenjar getah bening, usus, kandungan, tulang belakang, ginjal, sampai bagian otak. TBC dapatlah mengakibatkan kematian dan juga merupakan suatu penyakit infeksi yang ternyata menyebabkan tingkat kematian paling tinggi di negeri kita.

Pada kali ini yang coba dibahas adalah TBC paru. TBC sangatlah mudah menular, yaitu dengan lewat cairan didalam saluran napas yang keluar keudara melalui batuk atau bersin & dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Tapi tak semua orang yang saat menghirup udara yang telah mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang dengan tubuh yang sehat karena memiliki daya tahan tubuh yang lumayan tinggi dan juga gizi yang baik, penyakit ini tak akan muncul dan bakteri TBC “tertidur”. Namun, mereka yang mengalami akan kekurangan gizi, daya tahan tubuh akan menurun atau memburuk, atau secara terus-menerus menghirup udara yang sudah mengandung kuman TBC akibat faktor lingkungan yang buruk, akan dengan lebih mudah terinfeksi bakteri TBC (‘TBC aktif’) atau bisa juga mengakibatkan kuman TBC yang sebelumnnya “tertidur” didalam tubuh bisa aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC paling sering, adalah pada organ paru, sering kali timbul tanpa ada gejala apa pun, misal hanya mengalami batuk-batuk ringan sehingga menjadi sering diabaikan dan juga tidak diobati. Padahal, pengidap TBC paru bisa dengan mudah menularkan bakteri atau kuman TBC kepada orang lain dan kuman TBC tersebut terus merusak sistem jaringan paru sampai akhirnya menimbulkan gejala-gejala yang sangat khas saat tahap penyakitnya telah menjadi cukup parah.

Cara Penyembuhan atau Pengobatan Penyakit TBC

Dalam mendiagnosis TBC, dokter terlebih dahulu akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, terutama di bagian paru atau dada, lantas meminta pemeriksaan tambahan foto rontgen dada, test laboratorium untuk pemeriksaan dahak dan juga darah, serta tes tuberkulin (mantoux/PPD). Cara mengatasi TBC adalah dengan pengobatan dalam jangka panjang, biasanya berlangsung selama 6-9 bulan paling sedikit dengan 3 macam obat.

Kondisi seperti ini sangat diperlukan ketekunan dan juga kedisiplinan dari pihak pasien untuk selalu meminum obat dan juga kontrol kedokter agar bisa sembuh secara total. Apalagi biasanya sehabis 2-3 minggu meminum obat, ciri, tanda atau gejala-gejala TBC biasanya hilang sehingga pasien penderitanya menjadi malas untuk meminum obat dan kembali kontrol ke dokter.

Jika pengobatan TBC tidaklah tuntas, maka dapat menjadi sangat berbahaya karena sering kali obat-obatan yang digunakan untuk TBC tidaklah mempan pada kuman atau bakteri TBC (resisten). Akibatnya ialah, harus segera diobati dengan memakai obat-obat lain yang harganya lebih mahal dan “keras”. Hal ini haruslah dihindari dengan cara pengobatan TBC sampai benar tuntas.

Itulah sebabnya sangat penting untuk senantiasa menyampaikan efek samping yang biasanya timbul pada dokter setiap hendak kontrol sehingga dokter bisa menyesuaikan berapa dosisnya, mengganti obat lain, atau bisa melakukan pemeriksaan ke laboratorium jika memang diperlukan.

Penyakit TBC kering dapat dicegah dengan cara berikut:

  • Mengurangi kontak langsung dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Menjaga pola hidup sehat yang baik, dengan selalu memakan makanan bergizi, faktor lingkungan yang sehat, dan sering berolahraga.
  • Pemberian imunisasi jenis vaksin BCG (berguna mencegah kasus TBC lebih parah atau berat). Vaksin ini secara teratur diberikan pada semua anak balita.
  • Perlu juga diingat bahwa mereka yang telah pernah terserang TBC dan juga diobati, dapat dengan mudah kembali terkena penyakit sama jika tidak segera mencegahnya dan juga menjaga kesehatan tubuhnya.

Semoga sedikit informasi mengenai gejala dari penyakit TBC, faktor penyebab dan juga cara pencegahan diatas bisa bermanfaat buat anda yang lagi membutuhkan informasi tersebut.